20160825

Visit Korea 2016: Jagalchi Fish Market (Day 2)

Dari Gamcheon kita udah laper berat dan mulai sakit kaki, tapi keukeuh yuk ke Jagalchi aja dulu siapa tau nemu tempat makan yang agak genah di sana. Pasarnya seru deh! Persis dengan yang sering kulihat di variety show, pasar ikan yang barengan dengan warung makan, jadi pilih seafood lalu bisa langsung makan. Sayangnya… mahal… nggak masuk budget waktu itu. Seporsi gurita hidup aja KRW 10.000 an dan banyak banget, padahal yang ingin coba cuma aku hahaha setelah keliling-keliling akhirnya kita putuskan jalan lagi aja deh, mahal-mahal banget makanannya….
Goyang, ya? Ini deretan kaset! Menarik banget. Jagalchi, Busan, 2016.

Visit Korea 2016: Terharu di Busan (Day 2)

Tujuan pertama di Busan adalah satu desa yang santer karena kontur desanya membuat desa ini disebut sebagai Santorini-nya Korea. Gamcheon Culture Village! Motivasi pribadi buatku ke sini adalah napak tilas perjalanan Seo Eon-Seo Jun dan ingin lihat dengan mata kepala sendiri si tumpukan rumah a la Santorini itu kayak apa sih? Apa betul seperti Santorini? Sama mau kirim kartu pos dengan cap Gamcheon, pakai snail mail khas Gamcheon hihihi
Akhirnya lihat dengan mata kepala sendiri :_) Gamcheon, Busan, 2016.
Menuju Gamcheon Culture Village
Turun di Toseong Station lalu keluar via exit 6. Langsung belok kanan, naik bus di halte depan RS Pusat Kanker Busan (Busan Cancer Center), ambil bus 1-1 atau 2-2 turun di Gamcheon Elementary School Bus Stop. Jangan takut salah turun karena sopir bus di Busan baik hati, ketauan turis pasti langsung disuruh turun di tempat yang tepat (pengalaman....).

Busan tuh auranya beda deh dengan Seoul. Lebih ramah, lebih santai dan lebih sederhana gitu kayaknya kehidupan di Busan. Macet sih tetap ada, namanya juga kota besar kan. Tapi perilaku orang-orangnya lebih santai aja rasanya. Terus di Busan rasanya lebih banyak ajusshi-ajumma yang baik hati, sampe terharu.. perjalanan di Busan yang singkat banget ternyata nempel banget di sanubariku huhuhu Busan saranghae!

Visit Korea 2016: Seoul-Busan (Day 2)

Waktunya naik kereta! 
Seoul Station, 2016.
Begitu bangun pagi ampuuuun sengklek banget rasanya ini badan, baru sehari ini gimana ini teh udah sengklek lagi?! Hari kedua ini adalah harinya pindah kota alias mau ke Busan dulu 2 hari 1 malam, naik KTX. Tiket KTX bisa di-book dari H-30 hari keberangkatan, di web Korail sudah jelas petunjuk Bahasa Inggrisnya, tapi bayarnya musti pakai kartu kredit di tempat tuker tiket. Jadi jangan lupa dibawa ya kartu kreditnya. Untuk anak muda, ada yang namanya KR Youth Pass/Korail Pass alias kartu diskon khusus anak muda maks umur 25 tahun. Pass ini sistemnya paketan hari, jadi kita bisa beli tiket untuk 1, 3, 5, dan 7 hari kalau enggak salah inget. Pass ini yang nanti tinggal ditunjukkin setiap kita mau tuker tiket KTX dan bebas dipakai untuk naik KTX tujuan ke manapun selama masih dalam rentang waktu Pass yang kita punya. Tiket KTX kami kan sudah dituker di bandara, tinggal pilih jam keberangkatan kereta lalu naik deh menuju Busan. Harusnya simpel kan ya.. tetep aja kami mah ribet. Bukan temenjalandotcom kalau nggak ribet di setiap suasana hihihihihihihihi

Jadi gini, rute perjalanan itu kan Seoul Station – Busan Station. Tapi karena apartemen sewaan ada di Hongdae, jadi rutenya adalah Hongdae Station – Seoul Station – Busan Station. Hari itu kebeneran barengan dengan Children’s Day di Korea sana yang mana adalah hari libur nasional dan itu tuh ya semua orang keluar rumah entah piknik atau mudik, semacam lebaran deh.. subway penuh banget. Taman penuh, Yeouido dan sepanjang Hangang kayaknya gila-gilaan penuhnya, semua orang piknik. Apa kita pilih hari yang salah untuk pindah kota…. TENTU SAJA SALAH! Tapi ini sudah masuk perhitungan kok, jadi dinikmati aja :)

20160823

Rindu (makanan) Lapangan

Pekerjaan sebagai Water Supply Engineer alias Ahli Air Minum alias Tukang Air alias semi-pegawai PDAM bikin aku sering pergi ke luar kota atau istilah masa kininya adalah biztrip, untuk mengerjakan analisis dan survey lapangan di PDAM atau instansi swasta yang ada masalah sama air minum/air bersihnya. Seru, deh. Kalau lagi ketiban kerjaan banyak, aku bisa dikirim ke daerah-daerah lain di Indonesia untuk 'mengobati' PDAM-PDAM yang sakit. Pusing, sih, tapi senang karena ujung-ujungnya bisa makan enak dan wisata! Perut senang, hati riang, itu benar adanya saudara-saudara.

Tahun 2016 ini lokasi kerjaan aku masih sekitaran Jawa Barat, jadi belum sempet berkunjung ke daerah lain gitu... ya biasa aja sih, lebih enak karena bisa di rumah lebih lama, enggak perlu airport-hopping ((cailaaaaah sok gaya banget padahal frekuensi terbang nggak gitu-gitu amat kali, Tiasani!)). Sampai semalam check in di suatu penginapan di Ciputat sepulang dari Sentul, di Syahida Inn UIN situ yang bentuk kamarnya terlalu mirip dengan kamarku di Hotel Syafira Benteng... tiba-tiba kangen banget sama lapangan. Kangen siklus hidup di lapangan: kerja, makan, wisata, kerja, makan, wisata, makan, wisata, makan, wisata...... KETAUAN BANGET LEBIH BANYAK WISATANYA HAHAHA eh tapi itu aku cuma berusaha melihat sisi terang dari setiap situasi aja sih.. wk

Lihat itu lihat ikannya baris di tungku, seger banget itu hasil melaut semalam katanya.
Sebenernya ini lebih kangen dengan Nasi Santan Pak Agus di Benteng, Kepulauan Selayar sana.... dibanding kerja lapangannya.... hehehe nasi santan (nasi uduk) yang wangi banget itu, panas-panas, dimakan dengan ikan bakar segar tanpa bumbu plus siraman jeruk lemon lokal dan sambel belimbing wuluh atau rajangan rawit+garam+lemon...

20160819

Visit Korea 2016: Seoul (Day 1)

Baru postingan ke-2 #throwbackthursday dan udah telat sehari wkwk mana ini dedikasinya untuk menghidupkan blog?! Booo payah. But it’s better late than never, anyway. Lagian telat ngepos juga karena diare hiks : (( nggak seru banget coba di hari kemerdekaan malah diare, aku belum merdeka dari diare : ((

Moving on, this #throwbackthursday is still on the visit korea 2016 topic. Bakalan lebih enak aku ceritain per hari aja kali ya. Bear with me this is gonna be a long post.

Hari 1 – Arrival day.
Tujuan utama: Edae, Alchon, N Seoul Tower.

Waktu itu, pesawat nyampe di ICN sesuai perkiraan, sekitar jam 08.30 KST dan begitu sampai di ICN tuh.. biasalah, pipis-pipis dulu, isi botol minum dulu pake air keran terus maju ke imigrasi. FYI di bandara dan di stasiun besar semacam Seoul Station ada banyak keran air minum tersebar, jadi langsung aja isi ulang botol di situ mumpung gratis! Tapi ya rasanya gitu deh ada sedikit rasa besi dan rada asin menurutku. 

Air minum gratisan penunjang kehidupan di Incheon.
Keluar dari imigrasi sebetulnya inginnya langsung mandi, badan rasanya gerah… seingetku tuh di booklet Incheon Airport Guide ada tulisan ‘shower room’, tapi aku nggak inget di lantai berapa! Sambil jalan cari sarapan aku tengok kanan kiri, ambil lah peta bandara terus ternyata ada di lantai 4 sayap kanan dan kiri arrival hall. Hm, males juga kudu balik lagi ke arrival hall, sikat gigi mandi bebek aja deh di toilet kalau gitu… : ))

Setelah sarapan (di BK, cari menu ayam bismillah ya), kita langsung cari toilet untuk bersih-bersih sikat gigi dsb, itu sekitar jam makan siang sih jam 11.30 kalau nggak salah. SALAH BANGET GAES NANGKRING LAMA DI TOILET JAM-JAM MAKAN SIANG GITU. Lupa banget kalau orang Korea sana punya kebiasaan untuk langsung sikat gigi plus touch up segera setelah selesai makan dan kita nangkring di toilet itu untuk bersih-bersih dan dandan (ehem, lipen harus tetep dipakai biar nggak kuyu-kuyu banget gitu kan) dengan berbagai koper dan ransel tersebar di lantai. Kebiasaan di kampung halaman sih…… taro aja gitu kan di lantai dan meja depan cermin-cermin, mikirnya nggak akan ada orang yang bakal diem di depan cermin-cermin itu, di kampung halaman biasanya emang cuma dipake ngaca, kan, dandannya mah tetep aja depan wastafel. Ternyata kalau di sana, cermin-cermin itu adalah powder station alias dipergunakan sebagaimana mestinya sebagai tempat touch up make up!
Kehebohan orang dandan :))
Aku selesai duluan, jadi kebagian jagain tas. Beres-beresin barang, lipet-lipet baju kotor dan tiba-tiba ada satu cewek teriak “HEOL!” sambil lihat koper dan ransel yang berserakan dan ngehalangin tempat dia buat touch up. Aku kaget jadi langsung aja aku rapiin, itu koper dan ransel, tapi koper Mumu dan Opi ngejeblak kebuka HAHAHAHA yaudah deh aku pasrah aja aku bawa aja keluar ransel sm koperku, taro aja di luar deh bismillah terus balik lagi ke dalem jagain tas yang lain. Pas masuk lagi, si cewek itu lagi dandan dan naro tas di meja ganti popok haha maafin ya kak kita turis rempong :))