Showing posts with label Seoul. Show all posts
Showing posts with label Seoul. Show all posts

20161022

Visit Korea 2016: Palace Quarter (Seoul, Day 4)

Late #throwbackthursday, post penebusan utang.

Here we go, back to Seoul, exhausted yet excited to spend the rest of the holiday strolling around Seoul. Setelah bolak-balik Seoul-Busan-Seoul dengan KTX (oh, KTX, aku rinduuuu!), baru deh aku mulai jalan-jalan sekitaran Seoul, tinggal menghitung hari menuju kepulangan ke Indonesia huhuhuh mellow. Apaan dah lagi mau cerita aja kebawa mellow. Mellowception. Sekali lagi karena liburan ini highlightnya adalah bukan oppa, hari ke-4 ini dihabiskan dengan agenda jalan kaki (oh, iya dong jalan kaki) di Palace Quarter. Apa tuh Palace Quarter?

Foto favoritku!
Palace Quarter tuh area sekitaran Gwanghwamun, Gyeongbokgung dan Bukchon Hanok Village. Disebut Palace Quarter karena mencakup banyak istana, Seoul ini punya banyak istana-istana cantiiik sekali, dari yang sekiplik (gerbangnya doang macam deket hostel) sampai yang seluas Gyeongbokgung. Di Palace Quarter ini juga ada pasar, rumah pejabat, dan rute jalan kaki yang teduh-teduh asoy (tapi nggak ngaruh ya kalau udah capek gila sih ya capek aja mau teduh mau gimana juga). Jadi apa yang patut diceritakan dari hari ke-4 ini?

20160901

Visit Korea 2016: Itaewon, Seoul (Day 3)

Kembali lagi ke Seoul Station. Seoul, 2016.
Sesampainya di Seoul, kami langsung ambil koper bagasi di loker stasiun lalu cus menuju hostel. Loker yang akan selalu kuingat karena perjuangannya yang melelahkan dan mendebarkan, loker yang bikin aku bisa ngasih tip. Loker di Seoul Station adalah tipe digital yang bisa bayar pakai cash, koin atau T-money. Berbahasa Inggris, Korea, Jepang dan Mandarin. Loker ini ada 3 ukuran, S – M – L, dengan detail dimensi dan perbedaan tarif tertera di layar dan badan loker. Tips dariku: 

  1. Loker ukuran L cukup untuk 2 koper kabin/cabin luggage, jadi kalau cuma 1 koper doang mah masukin ke loker ukuran M aja, lumayan hemat KRW 1000 bisa buat jajan banana uyu.
  2. Kalau loker susah ditutup, tunggu sampai lampu di pegangan loker berubah jadi merah, itu tandanya loker sudah siap untuk ditutup.
  3. Lokasi loker ada di lantai dasar (deket Mcd dan deket pintu ke luar arah peron KTX) dan lantai B2 (subway).
  4. Ingat: tarif loker berlaku untuk 4 jam saja, lebih dari itu tarifnya akumulasi. JANGAN KECELE KAYAK KAMI, YA :_) kami waktu kemarin nggak baca tariff dengan baik, akhirnya keluar deh KRW 10.000 jatah jajan sore buat nebus koper :_) Kenapa coba itu koper nggak dititip aja di hostel… bingung kan…


20160819

Visit Korea 2016: Seoul (Day 1)

Baru postingan ke-2 #throwbackthursday dan udah telat sehari wkwk mana ini dedikasinya untuk menghidupkan blog?! Booo payah. But it’s better late than never, anyway. Lagian telat ngepos juga karena diare hiks : (( nggak seru banget coba di hari kemerdekaan malah diare, aku belum merdeka dari diare : ((

Moving on, this #throwbackthursday is still on the visit korea 2016 topic. Bakalan lebih enak aku ceritain per hari aja kali ya. Bear with me this is gonna be a long post.

Hari 1 – Arrival day.
Tujuan utama: Edae, Alchon, N Seoul Tower.

Waktu itu, pesawat nyampe di ICN sesuai perkiraan, sekitar jam 08.30 KST dan begitu sampai di ICN tuh.. biasalah, pipis-pipis dulu, isi botol minum dulu pake air keran terus maju ke imigrasi. FYI di bandara dan di stasiun besar semacam Seoul Station ada banyak keran air minum tersebar, jadi langsung aja isi ulang botol di situ mumpung gratis! Tapi ya rasanya gitu deh ada sedikit rasa besi dan rada asin menurutku. 

Air minum gratisan penunjang kehidupan di Incheon.
Keluar dari imigrasi sebetulnya inginnya langsung mandi, badan rasanya gerah… seingetku tuh di booklet Incheon Airport Guide ada tulisan ‘shower room’, tapi aku nggak inget di lantai berapa! Sambil jalan cari sarapan aku tengok kanan kiri, ambil lah peta bandara terus ternyata ada di lantai 4 sayap kanan dan kiri arrival hall. Hm, males juga kudu balik lagi ke arrival hall, sikat gigi mandi bebek aja deh di toilet kalau gitu… : ))

Setelah sarapan (di BK, cari menu ayam bismillah ya), kita langsung cari toilet untuk bersih-bersih sikat gigi dsb, itu sekitar jam makan siang sih jam 11.30 kalau nggak salah. SALAH BANGET GAES NANGKRING LAMA DI TOILET JAM-JAM MAKAN SIANG GITU. Lupa banget kalau orang Korea sana punya kebiasaan untuk langsung sikat gigi plus touch up segera setelah selesai makan dan kita nangkring di toilet itu untuk bersih-bersih dan dandan (ehem, lipen harus tetep dipakai biar nggak kuyu-kuyu banget gitu kan) dengan berbagai koper dan ransel tersebar di lantai. Kebiasaan di kampung halaman sih…… taro aja gitu kan di lantai dan meja depan cermin-cermin, mikirnya nggak akan ada orang yang bakal diem di depan cermin-cermin itu, di kampung halaman biasanya emang cuma dipake ngaca, kan, dandannya mah tetep aja depan wastafel. Ternyata kalau di sana, cermin-cermin itu adalah powder station alias dipergunakan sebagaimana mestinya sebagai tempat touch up make up!
Kehebohan orang dandan :))
Aku selesai duluan, jadi kebagian jagain tas. Beres-beresin barang, lipet-lipet baju kotor dan tiba-tiba ada satu cewek teriak “HEOL!” sambil lihat koper dan ransel yang berserakan dan ngehalangin tempat dia buat touch up. Aku kaget jadi langsung aja aku rapiin, itu koper dan ransel, tapi koper Mumu dan Opi ngejeblak kebuka HAHAHAHA yaudah deh aku pasrah aja aku bawa aja keluar ransel sm koperku, taro aja di luar deh bismillah terus balik lagi ke dalem jagain tas yang lain. Pas masuk lagi, si cewek itu lagi dandan dan naro tas di meja ganti popok haha maafin ya kak kita turis rempong :))

20160810

Temen Jalan Dot Com

Setiap kamis kan waktunya #throwbackthursday ya, ingin rasanya aku nulis panjang tentang trip-susah-move-on Mei kemarin. Tapi sebelum cerita panjang tentang itu, aku harus cerita dulu tentang geng liburanku: Temen Jalan Dot Com! Liburan aja harus ada gengnya ya, pusing… tapi menurutku ini penting karena keberhasilan suatu trip bergantung dari 1) tujuannya 2) ongkosnya 3) SIAPA TEMEN JALANNYA. Krusial banget tau, posisi temen jalan tuh… jangan salah. Males kan kalau liburan lama tapi temen jalannya nggak cocok, ujung-ujungnya bisa berantem dan merusak hubungan pertemanan. Males kan…..

Geng liburan ini, punya prinsip penting. 
You weren’t born to just paying bills and die.
TSAHHHH ntap banget kan prinsipnya hahahaha intinya mah kita memang ingin liburan aja terus dengan kerja sebagai selingan (karena liburan butuh modal ye kannnn) meskipun nyatanya tetep aja liburan jadi selingan kerja :(